Dalam gelombang perhatian yang berkembang seiring dengan peluncuran film dokumenter yang mengangkat kisah tragis pembunuhan Wayan Mirna Salihin menggunakan kopi sianida yang pernah viral pada tahun 2016, masyarakat pun mulai mempertanyakan kabar keluarga almarhumah Mirna Salihin.
Berpuluh-puluh ribu netizen Indonesia menyaksikan dokumenter tersebut di platform streaming internasional, Netflix, yang mengulas kisah peristiwa tragis ini. Dalam film tersebut, kita melihat Jessica Wongso, yang telah dihukum sebagai pelaku pembunuhan Mirna, muncul dalam segmen berdurasi dua menit melalui sebuah wawancara yang dilakukan di Lapas Pondok Bambu, Lapas Wanita Kelas IIA, Jakarta.
Film Dokumentar Ice Cold dan Kisah Mirna Salihin
Film dokumenter ini juga menghadirkan pemain-pemain yang berperan sebagai karakter utama dalam kasus ini. Suami Mirna, Arief Soemarko, diperankan oleh salah satu aktor dalam produksi ini. Sementara itu, karakter Mirna Salihin sendiri diperankan oleh saudara kembarnya, Made Sandy Salihin.
Munculnya Jessica Wongso dalam film dokumenter terbaru produksi Netflix ini telah memicu sensasi di kalangan masyarakat. Hal ini juga memberikan dorongan bagi publik untuk mengingat kembali tragedi kematian Wayan Mirna Salihin yang begitu mendalam, yang terjadi secara tiba-tiba pada bulan Januari 2016, ketika Mirna dinyatakan meninggal dunia setelah minum kopi di Cafe Oliver Plaza Indonesia. Pada akhirnya, terungkap bahwa kopi yang diminum oleh Mirna Salihin mengandung sianida, mengguncang Indonesia pada waktu itu.
Kasus pembunuhan yang melibatkan Jessica Wongso, teman karib Mirna Salihin, kini mendapatkan sorotan tajam setelah Jessica Wongso berhasil diamankan oleh pihak kepolisian. Jessica Wongso telah dijatuhi hukuman penjara selama 20 tahun atas tuduhan pembunuhan Mirna Salihin.
Kisah tragis ini yang sempat menjadi viral tujuh tahun yang lalu kembali mendapat perhatian publik setelah film dokumenter berjudul ‘Ice Cold: Murder, Coffee and Jessica Wongso‘ dirilis oleh Netflix pada tanggal 27 September 2023. Film ini memicu perdebatan dan analisis ulang di kalangan masyarakat mengenai siapa sebenarnya pelaku pembunuhan Mirna Salihin.
Publik merasa bingung dan penasaran dengan berbagai kejanggalan yang terungkap dalam film tersebut, termasuk pernyataan dari ayah kandung Mirna Salihin, Edi Darmawan Salihin, serta kesaksian dari para ahli. Namun, yang paling mencolok adalah fakta bahwa meskipun film ini menggunakan nama Jessica Wongso sebagai judul utamanya, penampilan Jessica Wongso sendiri dalam film tersebut hanya berlangsung beberapa menit saja.
Selama adegan yang menampilkan Jessica Wongso sedang memberikan pengakuan dan mengungkapkan perasaannya selama masa penahanan di Lapas Pondok Bambu, Lapas Wanita Kelas IIA, Jakarta, ia dihentikan oleh petugas lapas. Jessica Wongso kini mendekam di dalam Lapas tersebut.
Dalam wawancara yang dilakukan untuk keperluan pembuatan Film Dokumenter ini, Jessica Wongso memberikan jawaban dengan tegas dan sigap. Publik terus mengikuti perkembangan kasus ini dengan penuh perhatian.
Dalam bahasa Inggris, Jessica Wongso berbicara tentang pengalamannya setelah menghabiskan waktu di penjara sejak tahun 2016.
“Saya benar-benar tidak memahami mengapa ini terjadi pada saya. Saya hanya sedang berlibur. Saya hanya menelepon teman-teman saya untuk berbicara sambil menikmati secangkir kopi. Dan sejak saat itu, semuanya terasa sangat tidak nyata, bahkan bagi saya yang merupakan tokoh utama dalam kisah ini. Ini sangat membuat frustrasi. Sangat sulit untuk tetap waras setiap harinya.
Jika Anda bertanya tentang trauma, ya, saya mengalami trauma yang sangat mendalam akibat peristiwa ini dan berbagai pemberitaan media, serta cara mereka melaporkannya di atas kertas, semuanya sangat tidak tepat. Mereka hanya mencoba untuk mengorek rahasia dalam hidup saya, membuat cerita… ‘Oh, Jess melakukan ini karena dot, dot, dot. Oh, mengapa dia tidak mengaku saja? Bukti sudah cukup jelas.’ Bukti apa?” ungkap Jessica Wongso dalam bahasa Inggris dengan aksen Australia.
Saat Jessica Wongso berbicara tentang media dan ketidakadilan, tiba-tiba petugas lapas menghentikan wawancara tersebut.
Pada menit ke-32.18, wawancara dengan Jessica Wongso pun secara tiba-tiba berakhir.
Padahal, wawancara tersebut baru berlangsung selama dua menit.
Ulasan dan penampilan Jessica Wongso dalam film dokumenter berdurasi 1 jam 26 menit tersebut segera menjadi viral di platform media sosial.
Sementara itu, sebagaimana dilaporkan oleh tribunjakarta.com, kasus pembunuhan Mirna Salihin pada tahun 2016 mendadak kembali mencuri perhatian setelah dokumenter berjudul ‘Ice Cold’ dirilis oleh Netflix pada bulan September 2023.
Dalam film dokumenter tersebut, diberikan pengulasan terhadap tragedi kematian Mirna Salihin, yang disebabkan oleh konsumsi kopi yang tercemar sianida, yang diaduk oleh sahabat dekatnya, Jessica Wongso. Dampak dari film ini adalah munculnya pertanyaan di kalangan netizen mengenai apakah Jessica Wongso benar-benar adalah pelaku pembunuhan Mirna. Bahkan ada beberapa netizen yang berharap agar Jessica Wongso dibebaskan, meskipun ia telah divonis 20 tahun penjara.
Namun, fokus juga beralih kepada Sandy Salihin, saudara kembarnya Mirna Salihin, setelah film ‘Ice Cold’ menjadi viral. Pada platform media sosial Instagram, banyak netizen yang meminta tanggapan dari Sandy Salihin mengenai film tersebut. Beberapa netizen bertanya, “Gimana kak responnya soal film dokumenter Ice Cold?” dan ada juga yang mengirim pesan dukungan dengan kata-kata seperti, “Abis nonton dokumenter ice cold. Sending hug for you kak.”
Sandy Salihin, yang saat ini tinggal di Jerman, terlihat tidak memberikan tanggapan atau respon terhadap komentar-komentar dari netizen. Namun, pada tanggal 29 Maret 2023, Sandy Salihin mengunggah sebuah lukisan yang dibuat oleh Mirna Salihin. Dalam unggahannya, ia menulis, “Dia selalu pandai Seni dan kreatif, dia menggambar dirinya sendiri di sini. Selamat Ulang Tahun Mir.”
Selain lukisan, Sandy Salihin juga membagikan potret masa kecilnya bersama Mirna. Dalam foto tersebut, keduanya sedang merayakan ulang tahun bersama dan terlihat saling mencium pipi satu sama lain. Ini adalah bukti bahwa Sandy tidak pernah absen untuk mengucapkan selamat ulang tahun kepada saudara kembarnya setiap tahunnya. Hal ini dapat dilihat dari akun Instagram Sandy Salihin, di mana ia secara rutin mengunggah ucapan selamat ulang tahun untuk Mirna setiap kali saudaranya tersebut berulang tahun.
Setiap tahun, Made mengunggah foto-foto kenangan mereka, termasuk satu momen di tahun 2021 ketika ia membagikan gambar yang menampilkan dirinya bersama Mirna Salihin.
Namun, dalam konteks film dokumenter yang menjadi sorotan, perhatian terutama tertuju pada peran Jessica Wongso yang hanya memiliki penampilan singkat dalam produksi tersebut. Meskipun film ini diberi judul utama menggunakan nama Jessica Wongso, keterlibatannya dalam film tersebut hanya berlangsung beberapa menit saja. Hal ini disebabkan oleh interupsi yang terjadi ketika Jessica Wongso sedang berbicara tentang pengalamannya selama masa penahanan di Lapas Pondok Bambu, Lapas Wanita Kelas IIA, Jakarta.
Sebagai informasi tambahan, saat ini Jessica Wongso masih menjalani hukuman penjara di lembaga tersebut. Ia telah menjadi objek wawancara dalam rangka pembuatan film dokumenter, di mana Jessica Wongso dengan tegas dan berbicara dalam bahasa Inggris menceritakan perasaannya setelah menghabiskan waktu di penjara sejak tahun 2016.
Jessica Wongso berbicara tentang ketidakmengertian terhadap alasan mengapa peristiwa ini terjadi pada dirinya, sambil mencatat bahwa saat itu ia hanya sedang berlibur dan berbicara dengan teman-temannya sambil menikmati secangkir kopi. Dia juga menyampaikan perasaan bahwa keseluruhan pengalaman ini sulit dipercaya, bahkan bagi dirinya yang merupakan karakter utama dalam peristiwa ini, dan merasa kesal dengan situasinya.
Ia juga mengakui bahwa peristiwa ini telah menyebabkan traumatisasi yang mendalam pada dirinya, termasuk pemberitaan media dan cara berita tersebut diungkapkan dalam laporan mereka, yang menurutnya tidak akurat. Jessica Wongso merasa bahwa media hanya mencoba untuk menggali rahasia dalam hidupnya dan menciptakan cerita-cerita yang tidak benar.
Jessica Wongso menyatakan ketidakpuasannya terhadap media yang dianggap mencoba untuk mengintip kehidupannya dan menciptakan narasi negatif. Ia merasa bahwa media sering kali membuat spekulasi tentang tindakannya tanpa bukti yang jelas. Jessica Wongso, yang berbicara dalam bahasa Inggris dengan aksen Australia, menanyakan apa bukti yang sebenarnya ada untuk mendukung tuduhan tersebut.
Namun, selama momen ketika Jessica Wongso berbicara tentang peran media dan perasaannya akan ketidakadilan, wawancara yang sedang berlangsung tiba-tiba dihentikan oleh petugas lapas. Hal ini terjadi pada menit ke-32.18 wawancara, meskipun sejauh itu hanya berlangsung selama dua menit.
Dampak dari wawancara Jessica Wongso dan kemunculannya dalam film dokumenter berdurasi 1 jam 26 menit tersebut sangat signifikan, mengundang reaksi heboh di berbagai platform media sosial. Sementara itu, seperti yang dilaporkan oleh tribunjakarta.com, kasus pembunuhan Mirna Salihin pada tahun 2016 tiba-tiba menjadi perbincangan hangat kembali setelah perilisan dokumenter berjudul ‘Ice Cold’ oleh Netflix pada bulan September 2023.
Dalam dokumenter tersebut, diceritakan kisah Mirna Salihin yang tragis, yang meninggal setelah mengonsumsi kopi yang dicampur dengan racun sianida oleh sahabatnya, Jessica Wongso. Akibat dari film ini, banyak netizen mulai mempertanyakan apakah Jessica Wongso benar-benar merupakan pelaku pembunuhan Mirna. Bahkan, beberapa di antara mereka berharap agar Jessica Wongso bisa dibebaskan setelah dijatuhi hukuman penjara selama 20 tahun.
Namun, selain perhatian terhadap Jessica Wongso, perhatian juga tertuju pada Sandy Salihin, saudara kembar Mirna Salihin, setelah popularitas film ‘Ice Cold’ yang memunculkan pertanyaan dan perdebatan baru di kalangan masyarakat.
TribunJakarta telah mengamati aktivitas di media sosial Instagram milik Sandy Salihin, yang saat ini menetap di Jerman. Dalam platform tersebut, banyak netizen mengungkapkan minat mereka terhadap tanggapan Sandy Salihin mengenai film dokumenter ‘Ice Cold’.
Beberapa komentar dari netizen antara lain: “Gimana kak responnya soal film dokumenter Ice Cold?” dan “Abis nonton dokumenter ice cold. Sending hug for you kak”. Meskipun menerima sejumlah pertanyaan dan dukungan seperti ini, Sandy Salihin terlihat tidak memberikan tanggapan atau respons terhadap komentar-komentar tersebut.
Pada tanggal 29 Maret 2023, Sandy Salihin melakukan unggahan di akun Instagram-nya yang berupa sebuah lukisan karya Mirna Salihin. Dalam keterangan foto, ia menulis, “Dia selalu pandai Seni dan kreatif, dia menggambar dirinya sendiri di sini. Selamat Ulang Tahun Mir.” Selain lukisan, Sandy Salihin juga membagikan potret masa kecilnya bersama Mirna dalam sebuah foto di mana keduanya sedang merayakan ulang tahun bersama dan tampak saling mencium pipi satu sama lain.
Terlepas dari ketidakresponsifan dalam hal komentar terkait film dokumenter, Sandy Salihin terus menunjukkan dukungannya untuk saudara kembarnya, Mirna Salihin. Ini tercermin dalam kebiasaannya untuk mengucapkan selamat ulang tahun kepada Mirna setiap tahunnya dengan mengunggah ucapan dan foto-foto kenangan mereka. Salah satu contoh adalah unggahan foto-foto lama yang menjadi kenangan mereka, termasuk gambar dari tahun 2021 ketika mereka berdua bersama Mirna Salihin.






