Kemajuan Kecerdasan Buatan AI – Forum Ekonomi Dunia (WEF) baru-baru ini merilis laporan yang berjudul “The Future of Work,” yang mengungkapkan bahwa kemajuan teknologi, terutama di bidang kecerdasan buatan (AI) dan otomasi, akan memicu revolusi besar dalam dunia kerja. Laporan ini menyajikan proyeksi bahwa dalam empat tahun ke depan, sekitar 23 persen tenaga kerja di berbagai sektor akan mengalami perubahan signifikan. Dampaknya akan meliputi hilangnya sejumlah pekerjaan yang ada saat ini dan munculnya berbagai profesi baru yang disesuaikan dengan tren teknologi.
Beberapa sektor industri yang diperkirakan akan mengalami perubahan besar dalam periode yang sama mencakup media, hiburan, dan olahraga. Sekitar 32 persen pekerjaan di sektor-sektor tersebut diprediksi akan lenyap atau digantikan oleh profesi-profesi baru yang lebih sesuai dengan perubahan teknologi.
Selain itu, ada sejumlah sektor lain yang juga akan mengalami pergeseran signifikan dalam kebutuhan tenaga kerja. Perubahan ini akan terlihat di sektor pemerintahan, komunikasi digital, teknologi informasi, real estat, layanan keuangan, transportasi, dan rantai pasok. Hal ini menunjukkan bahwa tantangan besar di hadapan kita adalah adaptasi terhadap perubahan-perubahan ini agar tetap relevan dalam dunia kerja yang semakin berubah.
Forum Ekonomi Dunia (WEF) bahkan merilis daftar 15 pekerjaan yang diperkirakan akan menghilang antara tahun 2023 hingga 2027. Daftar tersebut mencakup:
- Teller di bank
- Petugas pos
- Kasir dan petugas loket
- Pengetikan data
- Sekretaris dan tenaga administrasi
- Staf yang bertugas mencatat stok (stock-keeping)
- Staf akuntansi, pembukuan, dan penggajian
- Legislator dan pejabat pemerintahan
- Staf statistik, asuransi, dan keuangan
- Sales door-to-door, pedagang kaki lima, dan penjual koran
- Satpam
- Manajer kredit dan pinjaman
- Penyelidik dan pemeriksa klaim
- Penguji perangkat lunak (software)
- Relationship manager
Dalam menghadapi perubahan teknologi ini, penting bagi individu untuk merencanakan karier mereka dan mempertimbangkan untuk mengembangkan keterampilan yang relevan dengan era digital ini. Adaptasi dan inovasi dalam dunia kerja akan menjadi kunci untuk menjaga kesejahteraan profesional di masa depan.
Potensi Kecerdasan Buatan: 5 Profesi dengan Gaji Tinggi di Tahun 2024
Teknologi kecerdasan buatan (AI) telah menjadi tren populer yang terus berkembang pesat. Banyak perusahaan dan organisasi dari beragam sektor industri telah mengadopsi teknologi AI dalam operasional mereka. Menurut survei yang dilakukan oleh McKinsey, pada tahun 2022, sekitar 50% perusahaan global telah mengintegrasikan teknologi AI ke dalam aspek bisnis mereka. Angka ini mencerminkan peningkatan signifikan, melebihi 2,5 kali lipat dari tingkat adopsi lima tahun sebelumnya, yang saat itu hanya mencapai 20%.
Teknologi AI memiliki potensi besar untuk menghadirkan perubahan dalam berbagai sektor bisnis, memberikan keuntungan berupa peningkatan efisiensi dalam operasional perusahaan. Dengan semakin banyaknya perusahaan yang mengadopsi teknologi AI, permintaan akan profesional yang mampu merancang, mengembangkan, dan menerapkan teknologi ini semakin meningkat. Tidak heran jika profesi di bidang AI semakin menarik perhatian, terutama mengingat tingginya permintaan akan tenaga ahli di sektor ini dan gaji yang menjanjikan.
Dalam artikel ini, kami akan mengulas lima profesi di bidang AI yang diperkirakan akan menawarkan gaji yang tinggi pada tahun 2024, berdasarkan data terbaru dari berbagai sumber.
Dalam laporan yang disusun oleh Analytics Insight, beberapa profesi menjanjikan di bidang kecerdasan buatan (AI) menjadi sorotan. Berikut ini adalah beberapa di antaranya:
- Insinyur Pembelajaran Mesin Profesi insinyur pembelajaran mesin memiliki tanggung jawab utama dalam mengembangkan dan menerapkan model pembelajaran mesin. Mereka berkolaborasi dengan data scientist untuk mengidentifikasi dan mempersiapkan data yang diperlukan untuk pelatihan model, serta mengembangkan serta mengoptimalkan algoritme pembelajaran mesin. Pada masa kini, profesi ini menjadi sangat diminati, dan insinyur pembelajaran mesin memiliki potensi mendapatkan gaji yang sangat menggiurkan.
- Data Scientist Seorang data scientist memiliki tanggung jawab untuk mengumpulkan, merapikan, dan menganalisis data. Mereka memanfaatkan keahlian mereka untuk mengekstraksi wawasan dari data yang dapat digunakan untuk meningkatkan pengambilan keputusan bisnis di perusahaan. Permintaan terhadap data scientist terus meningkat, dan mereka yang bekerja di bidang ini dapat menikmati gaji yang menarik.
- Peneliti Kecerdasan Buatan (AI) Profesi peneliti kecerdasan buatan (AI) berkaitan dengan pengembangan teknologi dan algoritme AI terbaru. Mereka terlibat dalam proyek penelitian tingkat tinggi yang berpotensi memberikan dampak besar pada masa depan AI. Saat ini, peneliti AI menjadi sangat dicari, dan gaji yang mereka peroleh termasuk dalam kategori yang sangat menguntungkan.
- Manajer Produk AI Seorang manajer produk AI bertanggung jawab atas pengembangan dan peluncuran produk berbasis teknologi AI. Mereka berkolaborasi dengan insinyur, desainer, dan berbagai pemangku kepentingan di perusahaan untuk menciptakan produk yang memenuhi kebutuhan pengguna.
- Pejabat Etika AI Dalam profesi pejabat etika AI, tugas utamanya adalah memastikan penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) berlangsung dengan penuh tanggung jawab dan etika. Mereka bekerja sama dengan perusahaan dalam pengembangan dan penerapan kebijakan serta prosedur etika AI. Profesi pejabat etika AI saat ini sangat dicari, dan para praktisi di bidang ini berpotensi mendapatkan kompensasi yang sangat memadai.






